Membahas Khasiat dan Manfaat Serta Harga Batu Akik Antik dan Unik Asli dari yang Termahal Bertuah Hingga Langka serta Murah

Sabtu, 21 Februari 2015

Batu akik bacan,jenis batu bernyawa menebar pesona

Pembaca pasti tau batu akik bacan, atau setidaknya pernah mendengar, ada yang menyebutnya blue jade atau giok Ambon, Yup batu dengan nama Ilmiah "Chrysocolla Chalcedony " ini sangat digemari dan bahkan sangat mendunia.
Di Pulau Kasiruta, Batu akik Bacan ditambang di kecamatan Bacan Barat tepatnya di Desa Doko dan Desa Palamea. Jarak desa satu dengan yang lain hanyalah 3 hingga 5 km. Bacan yang dihasilkan Desa Palamea sering disebut dengan "Bacan Palamea" yang biasanya berwarna hijau segar, muda dan cerah dengan kualitas kristal cukup baik sedangkan batu akik Bacan dari Desa Doko sering disebut "Bacan Doko" yang biasanya hijau tua, hitam, hijau cincau, biru, biru kehijauan dan coklat. Bacan Doko biasanya mempunyai kadar transparasi yang rendah atau jarang ditemukan kristal seperti batu akik Bacan Palamea. Namun batu akik Bacan Doko yang kristal juga terkadang ditemui meskipun terbilang sangat langka. Ada batu bacan bermotif yang disebut "batu akik Bacan Pancawarna", ada juga batu bacan merah dari pulau Obi yang disebut "batu Bacan Obi"
Ini contoh batu bacan

Batu akik Bacan kini tengah jadi primadona di kalangan pecinta batu akik karena dianggap bernyawa. Harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Selain itu, apa saja keunikannya?
batu akik bacan yang mempesona

Cobalah berkunjung ke Pasar batu mulia Jakarta Gems Center (JGC), di Rawa Bening, Jatinegara, Senin (4/8/2014). Adi, salah satu pedagang di tempat itu pun menuturkan keunikan batu Bacan.
Adi menjelaskan, batu Bacan adalah batu alam asli dari Pulau Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Batu akik itu diburu masyarakat dan kolektor karena dinilai unik.
Batu Bacan terdiri dari beberapa jenis seperti batu Bacan Obi, Pancawarna, dan lain-lain. Namun kata Adi, yang menjadi favorit adalah jenis Bacan Doko dan Palamea. Keduanya mempunyai karakteristik tersendiri.
"Kalau yang kehijauan itu batu akik Bacan Doko. Kalau Palamea warnanya agak kebiruan. Kalau disenter dia tembus batu akik nya. Makin bening, makin mahal harganya. Itu kualitasnya sudah super," imbuh Adi sambil memperlihatkan beberapa koleksi cincin batu Bacan miliknya yang dibandrol dari harga Rp 3-10 juta.
Wartono (42) adalah salah seorang penggemar batu akik Bacan yang tengah berkunjung ke JGC bersama istrinya. Pria yang memakai kaos warna biru dan celana panjang hitam itu mengaku sudah setahun belakangan mengoleksi batu akik Bacan.
"Saya sudah punya 2 cincin batu akik Bacan. Ini jenis Palamea sama Doko," katanya sambil memperlihatkan jemari tangan kanannya. "Dulu pas 2012 saya beli harganya masih Rp 3 juta yang Doko. Belum lama ini ada yang nawar Rp 6 juta tapi saya nggak mau lepas,"
Kata Wartono, dirinya jatuh cinta dengan batu akik Bacan karena dianggapnya punya nyawa. "Batu bacan ini seperti hidup. Kayak ada nyawanya. Dia warnanya tadinya hijau agak gelap, tapi lama-lama jadi makin nyala. Itu dia uniknya. Ini makanya saya mau beli lagi. Ketagihan," jelasnya seraya tertawa lepas.
Wartono mengaku ada kepuasan tersendiri saat mengenakan cincin batu akik Bacan tersebut di jarinya. Pria yang rambutnya sudah ditumbuhi uban itu merasa jadi lebih percaya diri dan bersemangat.
Doni salah satu pedagang yang membuka lapak di lantai dasar JGC berpendapat senada. Menurutnya, batu akik Bacan diburu karena bisa menambah kharisma jika dipakai seseorang.
"Banyak yang nyari buat hoki katanya. Ada juga yang bilang bikin tambah pede (percaya diri-red), wibawanya terpancar. Walaupun pakai celana pendek, kaos kutang, kalau pakai cincin atau kalung batu akik Bacan, pasti pede-pede aja. Tapi bagi yang ngerti aja ya," katanya.
Di JGC sendiri rata-rata pedagang batu akik kini menjual batu akik Bacan karena diburu masyarakat dan kolektor. Ada yang dijual dalam bentuk cincin, kalung, dan berbagai aksesoris lainnya. Ada juga yang menjualnya masih berbentuh bongkahan batu atau bahan mentah.
Doni mengatakan, harga batu Bacan bervariatif tergantung jenis dan kualitas serta ukuran. Untuk batu akik, rata-rata di JGC dijual dari harga ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.
"Batu akik Bacan kalau dia yang kualitas super, yang sudah dibentuk, itu harganya bisa sampai ratusan juta juga. Bahannya yang bagus makin langka soalnya sekarang," imbuh Doni.
Batu akik bacan yang berkualitas super tidak hanya dicari oleh kolektor indonesia, tapi bahkan juga dicari oleh kolektor manca negara, bahkan ada yang menyebutkan kualitas bacan ini sebanding dengan batu giok asli tiongkok. http://news.detik.com/read/2014/08/0...?991104topnews
Dibawah ini ane kasih gambar macam2 Bacan diurutkan dari perubahannya

1.batu akik Bacan rough

Batu bacan rough
Cara ngedpetin batu Bacan Rough (bahan) batu bacan ini jauh dikedalaman tambang, ngga heran klo harganya mahal, secara proses penggalian batunya lumayan sulit.

Spoiler for "2.batu akik Bacan semi kristal (kristal)"

Batu Bacan semi kristal adalah batu akik bacan yang masik dalam proses pengkristalan, tidak semua bagian batu bacan tembus cahaya, dan terkadang masih banyak motif hitamnya (black spot) tentu harga nya masih dibawah bacan doko yang kristal, tentu juga dilihat dari kualitas batu tersebut.

2.batu akik Bacan kristal 1
akik bacan kristal



3.Bacan kristal 2
bacan kristal


Bacan kristal yang sudah bersih dan tidak memiliki black spot atau titik hitam, bahkan bacan dengan kualitas terbaik sudah dapat terlihat tembus cahaya hanya dengan diterawangkan pada sinar matahari
semoga informasi ini bermanfaat bagi para pengunjung blog ini

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Batu akik bacan,jenis batu bernyawa menebar pesona

0 komentar:

Posting Komentar